pariwisata kabupaten jember

Musim Panen Raya, Bulog Kediri Targetkan Serap 50 Ribu Ton Beras

  Dibaca : 119 kali
Musim Panen Raya, Bulog Kediri Targetkan Serap 50 Ribu Ton Beras
Kepala Bulog Sub Divre 5 Kediri bersama Tim, saat dilokasi
space ads post kiri

# Tim Bulog Langsung Membeli dari Petani

Memasuki musim panen pertama, Bulog Sub Divre 5 Kediri menggenjot serapan gabahnya. Bahkan, Bulog menargetkan mampu menyerap 50 ribu ton beras di dua wilayah kerjanya, yakni Kota/Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Untuk mencapai target tersebut, Kamis (16/7/2017), Tim Bulog langsung ke Petani untuk membeli gabah yang baru dipanen.

Musim Panen Raya, Bulog Kediri Targetkan Serap 50 Ribu Ton Beras

Kepala Bulog Sub Divre 5 Kediri bersama Tim, saat dilokasi

Kepala Bulog Divre Kediri Rachmad Syahjoni Putra, mengatakan, 2017 ini, Bulog menargetkan serapan hingga 88 ribu ton setara beras.Untuk mencapai target ini, pada musim panen raya, pihaknya berupaya mampu menyerap 50 ribu ton dari wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

“Kita langsung terjun ke Petani untuk membeli langsung gabahnya, tentunya selain untuk mencapai target, paling tindak ketika bulog langsung turun ke Petani harga gabahnya bisa terangkat, karena kita membeli sesuai HPP,” kata Joni saat membeli gabah di Poktan Manunggal Jaya, Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kediri, Kamis (16/3).

Kendati langsung turun ke Petani, Bulog tidak tidak sembarangan membeli gabah petani, artinya gabah yang dibeli bulog harua sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh aturan pemerintah, diantaranya untuk gabah kering panen kadar air maksimum 25 persen dan hampa kotoran 10 persen.

“Jika persyaratan itu telah sesuai kita berani membeli sesuai HPP, yakni Rp 3 700 / kg, di Poktan ini tadi kualitas gabahnya cukup bagus dan kita berani membeli hingga Rp 3 800 /kg,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Poktan Manunggal Jaya Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri Waluyo mengungkapkan, dalam panen raya tahun ini harga jika dijual ke gudang lokal cukup rendah, harga beras hanya dikisaran Rp 7000, dan tentu saja ada selisih Rp 300 jika dijual ke Bulog.

“Selisih harga itu sangat berharga bagi kami, Dengan kerja sama dengan bulog paling tidak harga beras bisa terangkat,” ujar Waluyo.

Diketahui, mengacu Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tahun 2015 untuk harga gabah kering panen Rp 3700 / kg, untuk harga gabah kering giling Rp 4600/kg, sedangkan untuk beras Rp 7300/kg. (bud/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional