pariwisata kabupaten jember

Komisi B Minta Renovasi Pembangunan Pasar Setonobetek Jangan Asal

  Dibaca : 193 kali
Komisi B Minta Renovasi Pembangunan Pasar Setonobetek Jangan Asal
space ads post kiri

Renovasi pasar Setonobetek yang rencananya akan dilakukan tahun 2017, menuai reaksi dari Komisi B, DPRD Kota Kediri. Lantaran, anggaran yang sudah dialokasikan 35 Milyar, guna perombakan induk pasar tradisional terbesar di Kota Kediri itu, diharapkan tidak asal-asalan dan harus terkonsep penataannya.

Komisi B Minta Renovasi Pembangunan Pasar Setonobetek Jangan Asal

Dalam Hearing yang digelar, Rabu (15/3/2017), diruangan Komisi B, bersama PD Pasar dan sejumlah instansi terkait. Kalangan Legeslatif meminta, PD Pasar, selaku pengelola lebih jeli dalam menyikapi perilaku para pedagang pasar. Diharapkan, konsep renovasi janganlah terkesan asal yang efeknya tidak berjalan maksimal.

“Permintaan Kami beralasan. Hal ini mengacu, kurang maksimalnya pasar Paing dan Pasar Bandar yang dalam perjalananya para pedagang lebih memilih menempati lokasi strategis hingga lantai atas tidak terisi,” ungkap Ahmad Abdul Muqtadir, anggota Komisi B.

Menurutnya, dari hal tersebut diharapkan pihak PD Pasar bisa belajar dari kurang maksimalnya dua pasar tersebut.Jangan sampai, dana yang digelontor senilai Rp 35 miliar, guna renovasi induk pasar, menjadi 2 lantai akan sama nasibnya.

“Kami harap, pasar Setonobetek, nasibnya tidak sama dengan pasar Paing dan Bandar. Kembalinya khan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga. Dan hal inilah, yang harus dimaksimalkan PD Pasar dalam menata para pedagang pasar, supaya ada pertumbuhan dan kenaikan,” harapnya.

Ditempat yang sama, Saiful Yasin, Direktur PD Pasar Kota Kediri mengaku, penataan para pedagang memang tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal, supaya keberadaan semua los maupun ruko pasar terisi.

“Ya, kami akan berupaya untuk penataan kembali 2 pasar Paing dan Bandar. Namun, dari 9 pasar yang kami kelola yakni, Pasar Setonobetek, Bandar, Paing, Mrican, Banjaran, Pasar Grosir Ngronggo, Bence dan Tempurejo, mampu menyerap PAD Rp 4,5 miliar, tahun 2015 Rp 5,5 miliar, tahun 2016, dan target Rp 7 miliar, untuk tahun 2017, ini. Meskipun, dari nilai itu masih kotor, guna biaya operasional dan lain-lain,” katanya. (bud/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional