pariwisata kabupaten jember

Rusunawa Belum Jadi Daya Tarik Rumah Tinggal Warga Kurang Mampu

  Dibaca : 174 kali
Rusunawa Belum Jadi Daya Tarik Rumah Tinggal Warga Kurang Mampu
Komisi C DPRD Kota Kediri saat melakukan hearing dengan Dinas Kimpraswil, Pemkot Kediri.
space ads post kiri

Dari Lima Twin Blok yang Ditawarkan, Baru Dua yang Difungsikan

Difungsikanya rumah susun sederhana sistem sewa (rusunawa), di Kelurahan Dandangan, belum mendapat reaksi positif dari warga Kota Kediri. Hal ini terlihat, dari lima twin blok yang ditawarkan, baru dua yang baru difungsikan. Sedangkan, tiga lainnya kini masih mangkrak.

Adapun, jumlah penghuni yang baru masuk, hanya berkisar 150 KK, dengan jumlah total penghuni yang seharusnya bisa mencapai 450 KK, dengan estimasi semua twin blok terisi. Dari jumlah ini, mayoritas penghuni berasal dari empat kelurahan sekitar yang menjadi prioritas utama yaitu, Kelurahan Semampir, Kelurahan Dandangan, Balowerti dan juga Kelurahan Ngadirejo.

Pemicu minimnya daya tarik warga Kota Tahu terhadap rusunawa, lantaran lamanya bangunan ini mangkrak. Sehingga, kini ada bangunan yang mulai rusak. Seperti, kerusakan, pada bagian dinding dan bagian kamar serta bagian atap.

Penurunan kualitas bangunan rusunawa ini diakui Pemkot Kediri dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi C DPRD setempat.Tim eksekutif pemkot yang terlibat antara lain, Dinas Perumahan dan Pemukiman Prasarana Wilayah serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa, yang menjadi bagianya. Kemudian Dinas Kebersihan Pertamanan dan Lingkungan Hidup atau DKPLH, Bagian Hukum, Bagian Pembangunan dan Inspektorat Kota Kediri.

Kepala Dinas Perumahan Permukiman Prasarana Wilayah Kota Kediri, Hadi Wahyono mengakui, kerusakan pada rusunawa terjadi akibat lama tidak difungsikan. Akibatnya, bangunan tidak terawat dengan baik. Keadaan ini diperparah dengan adanya bencana erusi Gunung Kelud, 14 Februari 2014 lalu. “Kami sedang meneliti bagian mana saja dari bangunan rusunawa yang rusak, karena sudah lama tidak difungsikan,” akunya.

Eko Retno, anggota Komisi C DPRD Kota Kediri melihat, belum ada perubahan yang segnifikan dari pengelolaan rusunawa, paska resmi difungsikan. Dia melihat bangunan di sebelah barat, berbatasan langsung dengan jalur kereta api tampak sudah usang. Tidak banyak perubahan, maupun perawatan yang dilakukan oleh Pemkot Kediri maupun pengelola.

Diharapkan, pengelola rusunawa dituntut untuk segera bertindak. Sebab, kalangan DPRD telah menggedok usulan dana perawatan rusunawa tahun ini kurang lebih Rp 500 juta. Anggaran itu masih ditambah dengan penyediaan fasilitas pendukung. Diantaranya, pembangunan tempat ibadah, pembuatan taman, akses jalan, serta ruang terbuka hijau (RTH). “Kami minta mimpi untuk mewujudkan fasilitas-fasilitas di rusunawa ini segera diwujudkan. Tentunya, kami butuh komitmen. Kepastian, kapan bisa terealisasikan. Kalau perlu, waktunya disepakati, apakah selesai dalam waktu satu bulan, dua bulan atau kapan?” tanya Hartingah, anggota Komisi C DPRD lainnya. (bud/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional