pariwisata kabupaten jember

KPK Sita Rumah Mewah Walikota Madiun di Kediri

  Dibaca : 317 kali
KPK Sita Rumah Mewah Walikota Madiun di Kediri
DISITA: Papan KPK yang ditancapkan di aset rumah milik Bambang Irianto
space ads post kiri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (23/2/2017) siang, menyita aset rumah mewah, milik Walikota Madiun, Bambang Irianto yang berada di Perumahan Elite Green Land, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Penyitaan ini dilakukan penyidik KPK setelah Bambang Irianto ditetapkan sebagai tersangka, tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM).

Penyitaan rumah mewah bernilai ratusan juta ini berdasarkan surat perintah Penyitaan nomor 12/02/2017 tertanggal 1Februari. Petugas langsung menancapkan papan pengumuman Penyitaan di depan rumah dengan nomor B12, sedangkan petugas KPK yang lainya langsung masuk rumah tersebut untuk melakukan pengecekan isi dalam rumah itu.

Diungkapkan pegawai kantor pemasaran perumahan green land Ria Yunita, rumah tersebut dibeli oleh Bambang Irianto pada tahun 2015 lalu dengan pembayaran cash bertahap, sedangkan peyerahan serah terima baru dilakukan pada desember 2016 lalu.

” Dulu waktu pembelian dengan cash tempo, untuk harganya sekitar Rp 600 juta dan atas nama Ibu Liana dengan alamat Jombang,” ungkap Ria pada wartawan.

Dia juga mengungkapkan sejak diserah terimakan Ibu Liana bersama suaminya juga sering bermalam di rumah ini, namun untuk Bambang Irianto tidak pernah kelihatan datang ke Rumah tersebut “Kalau Bu Liana pernah bermalam disini, kalau pak Bambang saya tidak pernah tahu,” kata Evi yang juga eksekutif pemasaran perumahan elite Green Land.

Dia juga mengaku jika pihak Green land juga pernah dimintai keterangan dalam persoalan tersebut, “Satu kali pihak kami dimintai konfirmasi terkait rumah ini, kami dipanggil di Madiun, dan selanjutnya ada penyitaan ini,” tandasnya.

Terpisah, Kaur Pemerintahan Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri Misbach mengaku, penghuni perumahan elite Green Land ini belum melaporkan diri ke Kantor Desa setempat, termasuk penghuni rumah nomor B12 ini. “Ini baru akan dibentuk RT dan para penghuni memang belum ada yang masuk,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Bambang ditetapkan sebagai tersangka, lantaran diduga baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat dilakukan perbuatan untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya, atau menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Atau menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatan atau yang menurut pikiran orang yang memberikan ada hubungan dengan jabatannya terkait pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun 2009-2012. (bud)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional