pariwisata kabupaten jember

Air Bah Wilis Hancurkan 600 Ha Lahan

  Dibaca : 471 kali
Air Bah Wilis Hancurkan 600 Ha Lahan
LUAP: Air sungai meluap hingga ke atas jembatan (ist)
space ads post kiri

2 ABG Tewas, 4 Jembatan & Rumah Rusak

Banjir bandang Kali Bendo Mongal Dusun Klepu Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, menelan korban tewas 2 ABG (Anak Baru Gede) dan memporak-porandakan 4 jembatan dan 2 rumah warga.

Korban tewas adalah Adi Busro (18) warga Kelurahan Pulosari Kecamatan Mojoroto Kota Kediri dan Sofa (17) warga Dusun Ploso Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, yang ditemukan di aliran sungai Desa Tiron, dengan posisi tengkurap penuh lumpur, Kamis (26/1/2017) sekitar pukul 06.15 Wib.

Salah satu jembatan di Kediri yang diterjang banjir bandang

JEBOL: Salah satu jembatan di Kediri yang diterjang banjir bandang (ist)

Menurut Kepala Desa Parang Daryono, setelah ditemukan kedua korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. “Korban sudah ditemukan, langsung dilarikan ke RS Bhayangkara,” ujarnya

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Hari Wahyu mengatakan, selain menewaskan 2 korban jiwa, bencana banjir bandang yang terjadi Rabu sore kemarin juga merusak jembatan dan rumah warga.

“Ada empat jembatan desa yang rusak diterjang banjir. Satu jembatan rusak parah dan tiga lainnya rusak sedang dan ringan,” ungkap Kamis (26/1/2017). Luapan air bah dari gunung Wilis itu, juga menghancurkan sekitar 600 hektar lahan pertanian sawah dan ladang. “Tanaman yang dilanda banjir banyak yang rusak,” lanjutnya.

Lebih jauh Hari Wahyu menegaskan, beberapa fasilitas yang rusak itu satu bangunan mushala, tandon air bersih dan saluran pipa air bersih, yang letaknya berada di pinggiran sungai. Sedangkan rumah warga yang rusak tercatat 7 unit bangunan rumah. Dua diantaranya rusak parah.

“Petugas lapangan kami, terus melakukan pendataan korban terdampak banjir bandang,” jelas Wahyu. Hari Wahyu menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di lereng Gunung Wilis untuk terus waspada, karena curah hujan masih tinggi. (aji/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional