pariwisata kabupaten jember

Kalangan DPRD Soroti PPDB Online Tingkat SDN di Kediri

  Dibaca : 411 kali
Kalangan DPRD Soroti PPDB Online Tingkat SDN di Kediri
Yudi Ayubchan (ist)
space ads post kiri

Kediri, Memo X – Kalangan DPRD Kota Kediri dari Komisi C DPRD, menyoroti rencana Dinas Pendidikan Kota Kediri yang bakal menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN).Karena, penerapan secara online untuk jenjang SD, perlu dikaji terlebih dahulu.

Hal itu diungkapkan, anggota Komisi C dari Fraksi Demokrat, Yudi Ayubchan, bahwa selama ini penerapan penerimaan siswa baru di tingkat SD masih minim pengawasan. Salah satunya, masih banyaknya keluhan masyarakat akan proses penerimaan siswa di sekolah dasar.

“Selama ini masih banyak beberapa sekolah yang masih menjadi sekolah favorit atau unggulan. Kita tidak ingin nanti dengan sistem online justru lebih sulit dalam pengawasannya,” ujarnya, Selasa (25/4/2017).

Menurutnya, penerapan PPDB online SD perlu dilakukan evaluasi dan tidak perlu gegabah. Sebab, selama ini masih banyaknya keluhan siswa disekitar sekolah favorit yang kesulitan mendaftar.Bahkan, disekolah favorit justru mayoritas terdapat siswa yang berasal jauh dari lokasi sekolah.

“Pastinya,kita akan rumuskan masalah ini dalam waktu dekat bersama Satker terkait. Untuk pembahasanya, kita harus pastikan peneriman siswa kedepannya, lebih mengoptimalkan pada jarak lingkungan sekitar sekolah terlebih dahulu. Jadi, tidak ada namanya sekolah favorit, yang berdampak pada permasalahan sosial anak,” tandasnya.

Sekedar diketahui sebelumnya, jelang penerimaan siswa baru, tahun ini, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan meluncurkan terobosan baru. Kali ini, dikemas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Kediri akan menggunakan sistem online.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi mengatakan, dalam penerapan PPDB online untuk SD pihaknya masih menggodok aturan petunjuk teknis (juknis) hingga softwarenya.

“Ini terobosan baru kita, mungkin untuk PPDB di jenjang SD dengan sistem online baru pertama kali hanya ada di Kota Kediri,” ujarnya waktu lalu.

Menurutnya, dalam penerapan PPDB untuk SDN di Kota Kediri sejumlah 114 lembaga, akan ada beberapa kriteria yang harus dilakukan. Salah satunya, usia pendaftar yang tidak bisa disiasati. Bahkan, siswa juga dipastikan hanya bisa mendaftar sesuai domisili.

“Dengan sistem online ini untuk siswa yang masih belum cukup umurnya untuk masuk SD tetap tidak bisa. Sebab biasanya ada orang tua yang nekat mendaftarkan anaknya yang masih berumur 7 tahun kurang. Bahkan, siswa hanya diperbolehkan mendaftar di sekolah yang sesuai domisili dengan kriteria jarak antara sekolah dan rumah,” paparnya. (bud/jun)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional