pariwisata kabupaten jember

Puluhan KK Penghuni Barak Penampungan Terancam Terdepak

  Dibaca : 294 kali
Puluhan KK Penghuni Barak Penampungan Terancam Terdepak
Penampungan barak yang akan disulap menjadi Panti Asuhan
space ads post kiri

# Triyono Kutut: Kami Masih Mencari Solusi Karena Mereka Enggan Dipindah

Munculnya program Pemerintah Kota Kediri, yang akan segera merubah barak penampungan para tuna wisma, di Kelurahan Semampir, Kota Kediri, menjadi panti asuhan, berimbas akan terdepaknya puluhan penghuni yang menempati lokasi itu. Karena, Pemerintah daerah bakal merealisasikan program baru tersebut pada tahun ini.

Puluhan KK Penghuni Barak Penampungan Terancam Terdepak

Penampungan barak yang akan disulap menjadi Panti Asuhan

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Kediri, Triyono Kutut, mengaku, ada sekitar 39 kepala keluarga (KK) yang kini menghuni barak penampungan. Mereka, adalah para pendatang yang tidak memiliki tempat tinggal alias tuna wisma.

Kebanyakan, dari mereka adalah gelandangan yang dijaring oleh petugas Satpol PP dari jalanan. “Barak penampungan harus kosong dari penghuni. Tetapi kami masih mencari solusi penyelesaiannya. Karena mereka tidak mau untuk dipindah,” ujar Triyono Kutut, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, para penghuni barak penampungan rata rata sudah menetap dalam waktu yang cukup lama. Padahal, seharusnya mereka hanya beberapa bulan saja menempatinya. Bahkan, ada yang sampai turun temurun ke anak cucunya.

“Karena barak penampungan ini sifatnya hanya untuk tempat sementara dan mereka seharusnya bisa memahaminya. Tetapi kenyataannya, mereka tinggal disana sudah lama,” jelas mantan Kepala Dinas Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri ini.

Untuk diketahui, selama menempati barak, penghuni tidak dibebani apapun. Sebab, mulai dari pembayaran listrik, perawatan bangunan ditanggung oleh Pemkot Kediri melalui APBD. Bahkan, untuk kebutuhan makanan, umumnya juga dari bantuan pemerintah.

Sementara, Sukidi, selaku Ketua RT 28 RW 6 Kelurahan Semampir, mengaku, pihaknya hanya bisa pasrah apabila nantinya barak diambil untuk kepentingan pemerintah daerah. Tetapi, hampir seluruh penghuni belum mengetahui rencana perubahan barak menjadi panti asuhan.

Pantauan di lokasi, bangunan barak penampungan sudah mulai rusak. Bahkan, beberapa los di sebelah barat dan atapnya hancur dan tidak dihuni. Sementara, puing puing kerusakan bangunan juga berserakan. (bud/mzm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional